Arale66 Zone Freak

My curiosity is greater than the size of my body

Archive for the category “Luapan Emosi”

Selongsong Kosong

Entah kenapa belakangan saya kehilangan semangat hidup. Tanya kenapa? Saya sendiri nggak ngerti sama apa yang diinginkan diri saya. Terkadang kegiatan kampus yang menjemukan membuat saya muak. Terkadang mendekam di kamar yang kini seperti kapal pecah juga lumayan memuakkan. Online di kampus-pun terasa hambar, yang masih saya jalani paling hanya download ini-itu yang sederet daftar selalu bertambah setiap minggu seperti tagihan listrik di rumah.

Kenapa gak berhenti aja Online untuk sementara? Pasti begitu pertanyaan yang terbersit di benak para readers yang menyempatkan diri membaca tulisan ini. Saya hanya bisa menjawab, selongsong kosong tubuh saya ini bergerak dengan sendirinya untuk membuka beberapa link downoadan seperti Manga, Anime, Tokusatsu, maupun video-video lainnya. Terkesan seperti hanya memuaskan hasrat saya sejenak saja. Setelah itu, tumpukan hasil downloadan saya berpindah tempat ke HardDisk 500Gb saya yang kini nyaris penuh oleh segala Film, Anime, Mp3 dan lainnya. Tapi, sebagian besar belum bahkan tidak saya tonton sama sekali.

Biasanya saat-saat menjemukan ini saya isi dengan menunggangi Mio Biru BA 5486 WN kesayangan saya yang bahkan sempat menemani saya sampai kota Painan dan Padang Panjang. Tapi apa lah daya, sekarang Matik kesayangan saya sedang disita orang tua tanpa tahu alasan logis dan masuk akal-nya. Yah, beberapa minggu ini saya jadi merakyat dengan rendah hati bersama para masyarakat lain melewati jalur-jalur yang sudah dihafal luar kepala oleh para supir yang bersedia mengantarkan kami ke tempat tujuan hanya dengan mengeluarkan isi kantong sebesar 2000 rupiah saja.

Terkadang saya rindu masa-masa penyendiran saya. Single Touring ke Painan, Pariaman, Padang Panjang, dan mengelilingi sudut-sudut kota Padang yang bahkan tak pernah diperkenalkan oleh orang tua. Yah, tujuannya hanya melepas suntuk dan memacu adrenalin saya yang tak bisa terpacu sebagaimana mestinya jika saya hanya duduk di depan laptop kesayangan saya. Tapi, hal-hal itu untuk sementara tak bisa lagi saya lakukan dikarenakan satu masalah fatal, BIAYA.

Kenapa gak beresin kamarmu yang berantakan aja? Pertanyaan selanjutnya terlontar. Yah, jujur saja saya memang tergolong anak pereempuan yang serampangan dan sedikit jorok. Saya terkadang malas membereskan buku-buku dan tumpukan komik yang kini memenuhi lantai kamar saya yang belakangan mulai diselimuti debu daripada menyusun rapi mereka di rak yang tersedia. Pasalnya saya orang yang moody-an yang bekerja selalu seperti petarung yang mengumpulkan chakra dan jurus untuk bisa menghadapi berbagai macam musih yang menghadang. Dan bagaimana saya bisa mengumpulkan Chakra tersebut jika setiap saya berada di rumah tudingan negatif dan tatapan benci selalu menyilet-nyilet hati dan pendengaran saya. Yap, akhirnya mood tersebut hilang diterbangkan angin bernama amarah, lalu tubuh saya akhirnya berakhir terbaring diatas satu-satunya benda steril dikamar saya yang bernama KASUR.

Oh baiklah, saya tahu saya hanya mencari-cari alasan saja untuk tak bergerak dan tak bekerja sebagaimana mestinya. Yah, tapi paling tidak soal masalah kantong kosong, dan tatapan menusuk itu tak sepenuhnya salah.

Terakhir, permasalahan kuliah. Saya yang bosan dan jenuh dengan berbagai gelimangan tugas dan mata kuliah sebenarnya bisa saja lari dari kewajiban saya menuntut ilmu itu. Maksud saya disini, saya Membolos. Tapi, sayangnya saya tak pernah diajari dan tak pernah membiasakan diri ntuk membolos pelajaran dari kecil dan entah kenapa saya terkadang merasa tidak tega dengan uang biaya kuliah yang dikeluarkan oleh orang tua saya. Memang, biaya kuliah di Universitas Negeri seperti di tempat saya menimba ilmu ini tak sebesar biaya kuliah para mahasiswa di pulau Jawa sana. Tapi, tetap saja saya merasa bersalah setiap saya mecoba untuk membolos di sebuah mata kuliah. Yah, mungkin ini bisa menjadi sisi positif saya dari berbagai sisi negatif yang selalu terlihat dari diri saya.

Baca lebih lanjut…

Iklan

Pesanan Kaykyril

Akhirnya setelah sekian lama gak update(liat tanggal terakhir update) saya menyempatkan diri untuk publish karya terbaru saya…

ini gambar pertama saya yang make FULL BACKGROUND. Jadi harap maklum kalau rada-rada menggalau en kacau gitu 😛

yah, namanya tahap belajar~

Ini gambar-nya anakku Kaykyril. Yang udah mesen bikinin gambar dari jauh-jauh hari, tapi baru sempat aku kerjain sekarang dan selesai tanggal 31 kemaren…

Memang sih linart-nya kelat tanggal 27 maret kemaren, tapi proses pewarnaan yang memang bagian yang paling susah untuk saya membuat karya ini telat publish 😛

Saya masih harus banyak belajar lagi soal Background, pewarnaan, dan Shadding, jadi untuk rekan2 yang punya dan sudah berpengalaman, sudilah kiranya berbagi tips da trik ke saya yang bodoh ini m(__ __)m

Kalau mau liat karya saya yang lain, silakan mampir ke DEVIANTART saya m(__ __)m

Oh, begitu…

Mungkin seperti ini ekspresi saya untuk malam ini…

Penggabungan antara ekspresi heran, ‘gak nyangka, dan ‘oh… ternyata begitu’.

Baca lebih lanjut…

Ledakan Amarah Saya yang Tertahan NYARIS 4 minggu

Seperti postingan saya sebelumnya. Kondisi saya hari ini sedikit mengharuskan saya membuang banyak tenaga sehingga Es Magnum yang saya beli tadi sore dan Sate se-porsi rela saya tenggak habis dan menyatu dengan Pulpy Orange yang saya jadikan pengganjal makan siang.

Doh, padahal harga beras lagi mahal-mahalnya, saya malah harus mengeluarkan energi demi Bocah egois yang membuat saya garuk-garuk kepala.

Akhirnya, amatah saya meledak tak terkendali…

Sehingga berbuah kejadian seperti yang tertera pada gambar di bawah ini 😛

Cekidot~

Baca lebih lanjut…

Sekarang Saya MARAH!

Oke, saya akui saya TERLALU LEMBEK dengan anak-anak J-Community yang sekarang. Memang tidak semuanya sih, tapi ada beberapa nama dan anak-anak yang sekarang juga tergolong bocah-bocah yang gak bisa dikasih KELUNAKAN!

Kalau kami para petinggi ngomong pelan, dengan pola bahasa yang baik dan benar serta keramah-tamahan yang kami pertahakan, mereka cuma menganggap omongan kami ini SAMPAH belaka! Sedangkan, kalau kami kerasi dan bersikap tegas pada mereka. Mereka akan berkata,

“Kok main keras kaya gini sih? toh ini kan CUMA komunitas kumpul-kumpul GeJe,”

Saya akui, saya juga tak luput dari salah dan khilaf.

Tapi, Ya Tuhan! mereka itu bocah-bocah yang seumuran dengan adik saya. Bahkan ada yang lebih kecil.

Baca lebih lanjut…

Post Navigation

%d blogger menyukai ini: